Bupati Darma Wijaya Tinjau Lokasi Kebakaran di Pajak Lama Perbaungan

106

SERGAI ISN – Terbakarnya Pajak Lama Kelurahan Simpang Tiga Perbaungan, Kota Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Kamis (16/9/2021) sekitar pukul 06.00 WIB langsung mendapat respon Bupati Darma Wijaya.

Bupati Serdang Bedagai ini, langsung meninjau lokasi kebakaran. Tampak ia bersama rombongan langsung mendatangi para pedagang yang terkena musibah.

“Saya mendengar kabar dari beberapa warga dan camat bahwa Pajak Lama Kelurahan Simpang Tiga Perbaungan terbakar. Kebetulan juga saya ada kunjungan di SMA N 1 Perbaungan ada vaksinasi,” ujarnya.

Lanjut Bupati, ia atasnama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai turut berduka untuk pedagang yang tertimpa musibah ini, agar semua pedagang bersabar.

“Selanjutnya, kami akan ambil langkah-langkah apa yang kita lakukan untuk membantu para pedagang,”katanya.

Sementara itu, Kadis Perindag Sergai H. Karno Siregar mengatakan, para pedagang yang terkena musibah kebakaran akan terlebih dahulu di data untuk pindah lokasi berjualan.

“Kita akan fasilitasi para pedagang, mungkin yang ingin berjualan kembali akan ada dua opsi yang kita rencanakan,”katanya.

Lanjut Karno, jika para pedagang mau berjualan kembali, pihaknya menawarkan dua opsi yaitu berjualan di Pasar Sei Rampah, dan Pasar Rakyat Perbaungan.

“Namun para pedagang yang gak mau ke Sei Rampah, tetap di perbaungan, nanti akan kita tinjau ke Pasar Rakyat Perbaungan, kira-kira di mana lokasi yang pas untuk menampung para pedagang,”ujarnya.

“Ini sebenarnya jalan umum, oleh sebab itu makanya ini tidak boleh dipergunakan untuk berjualan. Jadi namanya rakyat kita, kita tetap hadir melayani para pedagang,” sambungnya.

Informasinya dari Kecamatan, Karno menambahkan, para pedagang yang lokasi jualannya tidak pada tempatnya, sudah berulang kali disurati untuk tidak berjualan lagi.

“Pajak ini tidak dikelola oleh pemerintah, jadi kita tidak ada pungutan retribusi kepada para pedagang sesuai perda yang ada. Pajak ini tidak resmi, karena ini sebenarnya badan jalan,”tutup Karno.

[Red]