Bane Raja Manalu Sampaikan Pesan Megawati Kepada Kader Repdem

BATUBARA, ISN – Pengajar Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan, Bane Raja Manalu menyampaikan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri kepada kader Repdem yang menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Kantor PDI Perjuangan Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, Sabtu (24/9/2022).

Rakercab tersebut dihadiri lima kabupaten/kota (Siantar, Simalungun, Batubara, Asahan dan Tebing Tinggi).

Bane Raja Manalu mengatakan, Ibu Megawati berpesan bahwa seluruh kader harus bergerak.

Menurut Bane, PDI Perjuangan harus membuat hal yang jauh lebih menarik, agar anak-anak muda akan memilih bergabung. Anak muda harus merasa asyik dan senang bergabung dengan PDI Perjuangan.

“Menuju hattrick menangnya harus spektakuler. Kalau mau hattrick, kerja-kerja kader partai tiap hari harus jelas. Jangan sebut dirimu PDI Perjuangan, tapi untuk menyatakan kerja-kerja partai malas. Atau membagikan kegiatan-kegiatan partai di medsos pun susah. Jangan pelit membagikan kegiatan partai di medsos. Jangan menjadi merasa selebgram bayaran bagi kegiatan partai,” ujar Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM ini.

Jumlah gen Y dan Z atau pemilih muda pada pemilih 2024 sebanyak 54 persen dari total jumlah pemilih. Dari persentase itu 570 ribu orang adalah pemilih pemula.

“Kita harus mampu meyakinkan mereka pemilih muda memilih PDI Perjuangan. Ayo memenangkan partai. Jangan bicara individu-individu. Kalau mau memenangkan pemilih muda, kita harus tahu platform apa yang digunakan anak muda. Paling tidak mereka mengenal dulu PDI Perjuangan. 86,7 persen pemilih muda menyatakan bersedia berpartisipasi dalam pemilu. Sayang kalau didiamkan,” beber Alumni Universitas Indonesia itu.

Kita harus hadir di lingkungan masyarakat. Kita harus bisa menjawab kenapa mereka harus memilih PDI Perjuangan. Kenapa harus PDI Perjuangan menang di Pemilu 2024? Sebagai kader harus hadir bisa menjawab pertanyaan tersebut. Kita harus tahu apa yang kita perjuangkan untuk kepentingan publik.

Kenali karakternya. Generasi Y (usia 26-41 tahun). Generasi Z (usia 10-25 tahun. Terbuka pada perubahan. Terbuka pada pandangan ekonomi dan politik. Suka feedback orang lain. Bergantung pada teknologi. Suka hal transparan. Suka tantangan, berani tinggalkan zona nyaman.

Generasi Z. Melek dan bergantung pada teknologi. Lebih kreatif. Dapat menerima perbedaan disekitar. Peduli terhadap sesama. Ekspresif. Ekspektasi tinggi. Suka yang instan dan praktis.

Lebih lanjut, Komisaris Waskita Realty ini mengungkapkan bahwa tidak ada lebih keren dari PDI Perjuangan. PDI Perjuangan adalah partai yang tidak pernah membeda-bedakan orang karena suku dan agama. PDI Perjuangan memberi ruang bagi siapapun yang punya kemampuan, yang punya kemauan dan daya juang.

“Kalau ada kader PDI Perjuangan yang masih berkecimpung dalam hal percakapan suku dan agama, orang itu perlu dipertanyakan. Tidak pas di PDI Perjuangan. Karena sesungguhnya PDI Perjuangan sangat menghargai keberagaman. PDI Perjuangan adalah nasionalis Soekarnois yang tidak pernah membeda-bedakan. Ia berjuang untuk rakyat. Berjuang untuk wong cilik,” tegasnya.

Kegiatan-kegiatan PDI Perjuangan juga harus melibatkan anak-anak muda. Libatkan anak muda dalam program kerja partai. Anak muda harus merasa bahwa PDI Perjuangan adalah mereka.

PDI Perjuangan peduli isu-isu sosial dan isu strategis. Rohnya Repdem ada di anak muda. Menangkan hati anak-anak muda. Kita harus tahu bagaimana caranya agar anak muda bergabung dengan Repdem dan PDI Perjuangan. Gayanya harus asyik.

(rel/ISN)