Petani Sergai Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi

SERGAI, ISN |Para petani Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara kembali mengeluhkan kelangkaan pupuk subsidi (pupuk subsidi langka).

Kelangkaan pupuk subsidi tersebut sangat berdampak bagi petani apalagi di masa pandemi Covid-19 yang serba sulit ini.

Demikian disampaikan seorang petani, berinisial YS (30) Kecamatan Teluk Mengkudu kepada wartawan Kamis (9/9/2021) menyampaikan kelangkaan pupuk subsidi seperti nya tidak pernah teratasi, hingga menyulitkan petani khususnya di Kecamatan Teluk Mengkudu.

“Terutama pupuk ZA dan SP-36 sangat langka, petani sangat membutuhkan. Apalagi saat ini dimasa Pandemi, kalau non subsidi harganya terlalu tinggi,”ujarnya.

Ia pun berharap kepada Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai melalui Dinas Pertanian agar serius melakukan terobosan dan kerja nyata dalam mengatasi kelangkaan pupuk subsidi guna menunjang ekonomi petani di tengah pandemi saat ini.

“Kita petani hanya berharap kelangkaan pupuk segera teratasi, sesuai visi Bupati dan Wabup yakni Sergai MAJU TERUS, Mandiri, Sejahtera dan Religius,”tegas YS.

Hal senada disampaikan SR (46) warga Kecamatan Tanjung Beringin, mengeluh pupuk bersubsidi langk, apa lagi saat ini memasuki masa tanam. Kami para petani biasanya memang mengandalkan pupuk bersubsidi karena harganya yang jauh lebih murah,” ujar SR.

Lanjutnya, kita semua sangat bergantung dengan pupuk tersebut. Daya beli petani tentu tidak sanggup untuk mendapatkan pupuk non subsidi. Dengan ketiadaan pupuk, maka program pertanian apapun juga akan gagal total.

“Untuk itu, ia berharap agar pupuk bersubsidi bisa diperoleh lagi dengan mudah, sehingga tanaman padi dan lainnya milik petani tidak terancam gagal panen,”bilangnya.

Selanjutnya ditambahkan petani asal Kecamatan Dolok Masihul inisial TS (45) menyampaikan pupuk subsidi pada kelompok tani terkadang tidak banyak stoknya sehingga petani harus keluar membeli dengan harga yang mahal.

“Terkadang stok pupuk subsidi juga tidak mencukupi, sehingga menyulitkan para petani, maka kami menduga pasti ada permainan,”ungkapnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi Kepala Dinas Pertanian Sergai, Dedi Iskandar kepada media ini menyampaikan bahwa kalau jenis pupuk ZA sama SP-36 subsidi memang ditarik Pemerintah subsidinya.

“Untuk ZA dan SP-36 yang subsidi memang gak ada tahun ini,”jelasnya.

Menurut Dedi, tapi kalau jenis pupuknya, ia rasa gak langka asal petaninya kemarin mau menyerahkan KTP yang disesuaikan dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Karena memang sekarang alokasi pupuk di kios berdasarkan KTP dan RDKK nya. Kalau KTP nya gak sesuai di RDKK pasti gak akan dapat pupuk,”ujar Kadis.

Ditambakannya, apabila kalau petani itu mengambil di luar RDKK itu tidak bisa. Dirinya yakin kios nya gak akan mau, karena akibatnya subsidi nya gak akan dibayar ke kios, maka akan mengalami kerugian.

“Karena pada saat pembayaran itu pupuk yang keluar di verifikasi, ada saat gak tepat sasaran maka distributor melalui produsen gak akan bayar subsidinya bang”kata Dedi Menutup.

[Yus]