Petani di Perbaungan Sesalkan Pupuk Subsidi Langka, Dinas Pertanian Harus Bertindak

SERGAI, ISN | Setiap kali musim tanam persoalan pupuk menjadi keluhan petani khususnya di Desa Sei Buluh dan Sei Sejenggi Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai.

Lagi-lagi petani teriak lantaran pupuk subsidi sulit untuk didapatkan, yang hingga saat ini belum terungkap permasalahannya di Tanah Bertuah Negeri Beradat.

Sulitnya memperoleh pupuk subsidi, para petani pun terpaksa membeli pupuk non subsidi.

Akibatnya petani harus merogoh kantong lebih dalam guna membeli kebutuhan sawahnya tersebut.

Mengenai hal tersebut, Dinas Pertanian Sergai harus bertindak demi kepentingan kesejahteraan petani.

Salah seorang petani asal Desa Sei buluh, Kecamatan Perbaungan Giren (45) kepada wartawan Rabu (29/6) mengeluhkan kondisi pupuk subsidi sangat sulit diperoleh, padahal petani sedang membutuhkan pupuk karena dalam masa musim tanam.

“Petani sedang butuh pupuk. Tapi pupuk subsidi sulit untuk didapatkan sehingga petani mau tidak mau membeli pupuk non subsidi,”ujarnya.

Terdapat dua jenis pupuk subsidi yang langka, diantaranya yakni pupuk subsidi urea dan phonska.

Selain langka nya pupuk, sebut Giren, persoalan lain yang dikeluhkan petani, yakni penebusan pupuk subsidi tetap saja digandeng dengan pupuk non subsidi.

“Dua pupuk subsidi yang langka ini merupakan pupuk jenis urea dan phonska. Mahalnya harga pupuk non subsidi membuat petani menjerit,” keluhnya.

Menurut Giren, perihal pupuk ini terlalu banyak aturan sehingga petani kebingungan. Selain itu, harga pupuk yang mahal tak sebanding dengan hasil pertanian yang harganya murah.

Sehingga mengakibatkan petani di Kabupaten Sergai merugi.

“Ini tidak seimbang sehingga tidak pernah akan terwujud swasembada pangan. Impor beras dari luar negeri, orang asing yang untung,”pungkasnya.

Serupa juga dialami petani di Desa Sei Sejenggi, Lek Panggi (55) kepada wartawan mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, karena kelangkaan pupuk sudah terjadi hampir satu bulan.

Sehingga tidak ada pilihan lain, terpaksa petani membeli pupuk non subsidi meskipun harga tinggi, kami pun menduga apakah ada penimbunan pupuk subsidi tersebut.

“Sudah sebulan ini petani kelimpungan mendapatkan pupuk subsidi. Alternatifnya membeli non subsidi, mau tidak mau,”ungkapnya dengan nada kesal.

Lek Panggi berharap dengan mudahnya mendapatkan pupuk para petani tidak akan bosan bertani sehingga kesejahteraan petani akan lebih stabil.

“Jika pupuk di Perbaungan ini stabil, petani tidak akan bosan bertani dan kesejahteraan petani akan stabil. Jika kondisinya seperti ini terus menerus, akibatnya banyak lahan pertanian yang tidak produktif diakibatkan keberadaan pupuk yang semakin langka,” tutupnya.

[YS]

Foto: Pupuk subsidi jenis Phonska.