Oknum Wartawan Dipukuli di Pelabuhan Saat Bertugas

Gunungsitoli, ISN – Baru-baru ini menjadi sorotan awak media terkait Penganiayaan yang terjadi di Pelabuhan laut Gunungsitoli yakni Wartawan di pukuli di Pelabuhan saat menjalankan Tugas sekira pukul 23.11 wib hari Sabtu (12/03/2022).

Hal ini terjadi ketika wartawan hendak konfirmasi kepada pihak Kapal terkait adanya dugaan Pungutan liar (Pungli) di dalam kapal Penumpang Pelabuhan laut Gunungsitoli Jalan Yosudarso ujung Ombolata Ulu Kota Gunungsitoli.

Saat memberikan keterangan kepada awak media, Jurdil Laoli (wartawan) membenarkan ada nya pemukulan terhadap dirinya di Pelabuhan Gunungsitoli. Kami beberapa awak media yakni : Melinus Laoli dan Ya’atulo Gea hendak Konfirmasi kepada pihak kapal di Pelabuhan dan tiba tiba beberapa oknum tak di kenal melakukan pemukulan terhadap Jurdil Laoli sehingga mengalami memar luka dibagian wajah.

Lebih lanjut Jurdil menyampaikan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 23:11 Wib hari Sabtu tanggal 12 Maret 2022 Dipelabuhan laut Gunungsitoli , telah terjadi Pemukulan dan telah saya Laporkan ke Polres Nias atas nama: Jurdil Laoli (28), berdasarkan surat STLP/101/III/2022/NS, dalam pekara, secara bersama – sama melakukan kekerasan fisik terhadap orang lain atau penganiayaan ucapnya.

Ironisnya pihak Kepala Pos Polisi Pelabuhan laut (KP3) Gunungsitoli, Ipda Sopani Daeli terkesan mengelak saat awak media mengkonfirmasi tentang kejadian tersebut, mengenai kejadian tersebut silahkan di konfirmasi kepada pihak Polres Nias, ucapnya.

“Izin pak apakah benar pada saat kejadian Pemukulan itu, katanya ada pihak kepolisian yang bertugas dan melihat kejadian.

Jawabnya, mengenai persoalan itu silahkan dikonfirmasi kepada pihak polres Nias, Ucap Kepala Pos Polisi Pelabuhan itu berulang-ulang kali.

Sementara menurut keterangan salah seorang warga yang berada di sikitar Pelabuhan tersebut berinisial GS tidak mau menyebutkan namanya, membenarkan adanya kejadian tersebut.

”Benar bapak waktu hari Sabtu Malam ada orang berantam di pelabuhan Gunungsitoli, namun saya tidak tau namanya, ucap GS ke awak media mengakhiri.

(War)