Komunitas Seni Telangkai Menjaga Kedaulatan Lewat Festival Kebudayaan

SERGAI, ISN | Komunitas Seni Telangkai melaksanakan Festival Budaya Laut di Pulau Berhala, Serdang Bedagai. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari sejak tanggal 17-18 September 2022 ini disponsori oleh program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Mengangkat budaya masyarakat pesisir Melayu Bedagai, beragam kebudayaan dipamerkan pada kegiatan tersebut diantaranya dzikir laut, pertunjukan musik melayu, silat, peragaan busana, pentas pantomim, pelepasan penyu, pameran lukisan, demo masakan tradisional serta pertunjukan musik dan tari.

Kegiatan ini didukung oleh program
Festival Budaya Laut dibuka dengan ritual dzikir dan doa dilanjutkan dengan menghanyut lancang (sampan). Ini merupakan tradisi yang biasa dilakukan masyarakat Melayu pesisir Sumatera sebagai rasa syukur akan nikmat hasil laut yang didapat. Ada yang berbeda dari prosesi menghanyut lancang kali ini. Jika biasanya lancang diisi dengan jamuan makanan, kali ini diganti dengan pucuk-pucuk surat yang berisi berbagai harapan kebaikan.

Surat-surat ini ditulis oleh masyarakat yang hadir pada hari itu, dihanyutkan ke laut agar dapat dibaca oleh masyarakat di belahan dunia lainnya.

Komunitas Seni Telangkai (Terobosan Langkah Anak Bedagai) didirikan sejak tahun 2016. Terdiri dari kumpulan pemuda Kecamatan Tanjung Beringin yang memiliki semangat untuk membangun kampung halamannya. Semangat ini diwujudkan dalam wadah festival kebudayaan.

Dimulai dengan series Festival Kebudayaan Pulut Kuning di tahun 2016 dan 2017 lalu bergerak ke beberapa acara kebudayaan lainnya. “Melalui gelaran kebudayaan, kami ingin budaya-budaya yang ada di kampung Bedagai ini dapat dikenal dan dinikmati oleh masyarakat luas”, ujar Mukhlis selaku pembina Komunitas.

Festival Budaya Laut 2022 garapan Komunitas Seni Telangkai ini mengangkat konsep yang unik. Pada umumnya panggung pertunjukan mengejar penonton yang banyak. Kali ini seniman dilatih untuk tampil tanpa penonton dan hanya disaksikan oleh alam.

“Saya menemukan pengalaman baru. Ekspresi kesenian kita diuji dengan kesunyian, ketiadaan riuh tepuk tangan, namun justru disitulah kreatifitas harus dimaksimalkan”, Ucap Fuad Erdansyah, seniman sekaligus penata artistik acara tersebut.

Pulau Berhala secara administrasi masuk ke wilayah desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai. Pulau ini merupakan pulau terluar Indonesia di Selat Malaka yang tak berpenghuni dan hanya dijaga oleh Marinir.

Letaknya berbatasan langsung dengan perairan Malaysia, membuat pulau ini kerap menjadi incaran negara lain. Festival Budaya Laut 2022 hadir untuk menguatkan keberadaan Pulau Berhala sebagai wilayah teritorial Indonesia. “Secara administratif, Pemerintah telah mengesahkan Pulau Berhala sebagai milik Indonesia, hari kami mengesahkan Pulau Berhala sebagai alam kebudayaan”. Demikian ujar Ifwanul Hakim, ketua Komunitas Seni Telangkai dalam sambutannya hari itu.

Festival Budaya Laut Pulau Berhala ini sekaligus menjadi ajang pertunjukan di pulau terluar tak berpenghuni pertama di Indonesia. Ajang kebudayaan seperti ini selayaknya dapat menjadi pelengkap bagi kepariwisataan Pulau Berhala sebagai destinasi wisata bahari di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Laut biru, alam yang asri, serta ragam budaya yang menawan selayaknya menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menepi sejenak dari hiruk-pikuk kota.

[YS/Rel/ISN]