Angin Puting Beliung Terjang 1 Unit Rumah Warga Desa Nagur

SERGAI, ISN|1 (satu) unit rumah semi permanen di Desa Nagur Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara, porak poranda di terjang angin puting beliung.

Angin puting beliung yang menerjang Jumat (17/12) sekira pukul10. 25 WIB, membelah atap seng rumah milik Sanimin (41) warga Dusun VI Desa Nagur Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai.

Dari keterangan tetangga korban Umi (42) mengatakan, sebelum kejadian, dirinya sedang mencari keong dan tak jauh dari rumah ibu Yanti, namun tiba-tiba turun hujan di sertai angin kencang yang mirip puting beliung hingga membelah atap seng rumah ibu Yanti istri dari pak Sanimin.

“Pas saya berteduh, melihat angin puting beliung itu mendekati rumah itu, dan atap seng rumah ibu Yanti terbang terbelah dua, sebagian terbang ke depan dan kebelakang. Pada saat itu saya panik berteriak minta tolong tetangga, karena hujan deras tak ada yang dengar,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan adik ipar dari ibu Yanti, Sukirman (43), warga Desa Mangga dua kepada wartawan menjelaskan, saat peristiwa itu, dirinya sedang berada didepan rumah milik kakak iparnya. Ia pun merasa terkejut saat angin puting beliung itu menerbangkan atap rumah tersebut.

“Saya terkejut angin puting beliung itu menerbangkan seng rumah kakak ipar saya, dan melihat kak Yanti berlari keluar rumah menyelamatkan diri. Untung keponakan saya tidak ada di rumah karena sedang belajar di sekolah,”ungkapnya sembari mengelus dada.

Sementara itu, Sanimin merasa terkejut ketika sampai di rumahnya dan melihat seng rumah miliknya porak poranda diterjang angin puting beliung. Dan melihat istrinya menangis sedih dalam keadaan trauma.

“Sebelumnya saya tidak mengetahui kalau atap seng rumah sudah hancur berserakan di samping dan belakang rumah. Karena waktu terjadinya angin puting beliung saya lagi di Sawah,”ujarnya.

Sanimin menuturkan, kalau dirinya sedang berada di sawah sedangkan istrinya dan adik kandungnya Sukirman yang datang dari Desa Mangga Dua sedang berada di rumah sementara anak anaknya berada di sekolah.

Akibat dari peristiwa alam tersebut tidak ada korban jiwa, namun, Sanimin dan istrinya Yanti merasa sedih dan bingung melihat kondisi tempat tinggalnya.

[YS/ISN]