Usai Lapor Polisi dan Ingin Menginap di Kantor DPRD, Riski Ramadhan Temui Kelompok Tani Desa Bingkat

278
Foto: Ketua DPRD Sergai dr Riski Ramadhan Hasibuan didampingi Wakil Ketua DPRD Siswanto menerima masyarakat yang tergabung di Kelompok Tani TERBIT TERANG dalam gelar aksi ingin bermalam di kantor DPRD setempat.

SERGAI, ISN- Ketua DPRD Serdang Bedagai, dr Riski Ramadhan Hasibuan SE. SH. M.K.M menemui puluhan warga dari kelompok tani Terbit Terang, yang ada di Desa Bingkat, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), yang memilih bertahan hingga larut malam di gedung kantor DPRD Sergai, Senin (3/10/2022).

Kedatangan Riski Ramadhan Hasibuan pada pukul 23.15 Wib tengah malam ini untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat terkait persoalan yang terjadi hingga puluhan orang yang terdiri dari perempuan dan laki laki yang berasal dari Desa Bingkat tersebut sampai ingin menginap di Kantor DPRD.

Wargapun kemudian berdialog dengan Riski Ramadhan terkait persoalan dan intimidasi yang mereka rasakan.

Bambang salah seorang warga yang mewakili kelompok tani mengatakan, mereka memilih menginap di DPRD Sergai untuk meminta perlindungan.

“Tadi karena sempat bentrok kami warga sedikit takut untuk pulang, jadi setelah memberikan laporan ke Polres Sergai kami sengaja tidur di sini untuk meminta perlindungan oleh DPRD dan pihak kepolisian,” ujar Bambang.

Menurut salah satu warga, bahwa langkah itu mereka lakukan untuk meminta perlindungan kepada DPRD menyusul konflik lahan yang berujung bentrok dengan pihak PTPN II.

Sementara itu, Ketua DPRD Sergai dr. M Riski Ramadhan Hasibuan mengatakan, kehadiran dirinya karena mendengar adanya puluhan masyarakat Desa Bingkat yang memilih bertahan di rumah rakyat, kantor DPRD Sergai. Dan melakukan dialog agar mereka kembali pulang ke rumah mereka masing-masing.

Dikatakan Riski Ramadhan, kedatangan masyarakat dari Desa Bingkat ini keterwakilan dari kelompok tani yang mana mereka menyampaikan aspirasinya terkait dengan adanya pemaksaan lahan dari PTPN II.

Hal ini terkait dengan lahan pertanian yang kita memang belum tahu secara detail seperti apa permasalahannya. Makanya sebagai wakil rakyat ini tetap akan akomodir sesuai dengan regulasi yang ada. Dan nanti kita akan langsung turun ke lapangan dengan pemerintah desa dan juga bahkan kita akan undang pihak dari PTPN II, supaya permasalahan diselesaikan.

“Kita kasihan masyarakat datang malam-malam ke kantor DPRD ini untuk menyuarakan, menyampaikan aspirasi sampai bawa anak kecil dan orang tua. Jadi hari ini saya suruh balik dan ini akan menjadi bahagian dari perjuangan kami sebagai wakil rakyat di DPR,” ujarnya.

dr Riski menambahkan, bahwa dirinya bersama Wakil DPRD Sergai Siswanto dan Sekretaris DPRD Ingan Malem Tarigan, telah menyampaikan langsung kepada perwakilan melalui pihak hukum dan juga dari perwakilan dari pemerintah Desa Bingkat untuk membuat surat resmi langsung ke DPRD untuk bisa kita tindaklanjuti secara kelembagaan.

“Tentunya ini menjadi perjuangan bersama terutama untuk kepentingan masyarakat artinya akan dilakukan rapat dengar pendapat dalam waktu dekat,”tegasnya.

“Tadi kita sudah bicara dengan perwakilan masyarakat dan kita telah mendengarkan keluhan mereka dan mereka bersedia kembali dengan alasan kesehatan kepada warga yang ingin menginap di sini,”sambung Riski.

Usai berdiskusi dengan Riski Ramadhan, puluhan masyarakat Desa Bingkat pun kemudian kembali ke rumah masing-masing. Riski mengatakan, ke depan DPRD akan mempertemukan warga dengan pihak PTPN II.

“Setelah tadi kita berdiskusi mereka kembali pulang dan kedepannya kita akan undang pihak PTPN II untuk berdiskusi terkait persoalan tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya kericuhan warga dari kelompok tani Terbit Terang dengan pihak PTPN II, Afdeling kebun Melati terjadi pada Senin siang. Dalam insiden itu diduga sebanyak lima orang warga mengalami aksi kekerasan yang dilakukan pihak perkebunan.

Kericuhan itu bermula ketika pihak PTPN II mengerahkan ratusan karyawan untuk mencabuti tanaman warga yang berada di Afdeling II kebun Melati, PTPN II Kebun di Desa Melati, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai.

Warga yang tidak terima dengan tindakan PTPN II kemudian terlibat aksi dorong. Saat itulah sejumlah orang dari pihak perkebunan melakukan pemukulan terhadap sejumlah warga.

Akibat kejadian itu, lima orang warga mengalami rasa sakit pada bagian pinggang dan kepala. Warga pun kemudian melaporkan kasus pengerusakan dan pemukulan itu ke Polres Sergai.

[Red/ISN]