Truck “Monster” Proyek Jalan Tol, Porak Porandakan Jalan Aspal Kelas 3 Simp. Sinaksak-Dolok Maraja

431

SIMALUNGUN [ISN] – Puluhan Truck “Monster” KSU hancurkan jalan ! akibat lalu lalang yang hampir setiap menit dengan muatan melebihi tonase proyek jalan tol yang di gawangi PT. Hutama Karya di Jalan Besar Simpang Sinaksak – Nagori Dolok Maraja Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun.

Kondisi jalan rusak diduga dapat mengancam nyawa pengguna jalan, dalam pantauan awak media dilokasi, sepanjang jalan utama mulai dari arah masuk Simpang Sinaksak hingga ke Nagori Dolok Maraja terlihat aspas mulai terkelupas yang menunjukan batu split mulai berhamburan serta terlihat jalan pada titik-titik tertentu berlobang akibat tidak mampu menahan beban muatan yang melebihi tonase.

Mukhlis, Tim Investigasi sebuah Lembaga Pemantau LPPKP ( Lembaga Pemantau Pemerhati Kenerja Pemerintah) Sumatera Utara yang juga warga Kecamatan Tapian Dolok kepada awak media dilokasi mengatakan, keluar masuknya kendaraan proyek jalan tol yang melebihi kapasitas layak dipertanyakan warga.

Menurutnya, jalan tersebut adalah katagori golongan jalan kelas 3 yang hanya dapat dilalui kendaraan bermuatan 8 ton, sesuai dengan UU No.22 Tahun 2009 Pasal 19 Ayat 2 (C), sedangkan kendaraan proyek jalan tol yang keluar masuk ke Jalan Simpang Sinaksak – Nagori Dolok Maraja hampir merata kapasitasnya diatas 20 ton.

“Pertanyaannya adalah apakah pihak jalan tol ( PT Hutama Karya ) yang menggawangi proyek tersebut telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun, kalau memang hal tersebut telah dilakukan dan pihak Dishub telah memberi izin, seharusnya melalui pihak kecamatan Tapian Dolok atau instansi yang bersangkutan menyebarkan informasi kepada warga, agar tidak menjadi pertanyaan”, ucapnya yang diaminkan oleh Budiman Saragih serta beberapa warga yang merasa kesal.

Lanjutnya, semestinya pihak pemerintah dan proyek jalan tol dapat merasakan apa yang dikeluhkan oleh warga, sebab warga tidak terlalu menuntut dengan yang berlebih, dalam hal ini, warga hanya berharap agar pihak jalan tol dapat memberi perawatan jalan agar warga tidak merasa terancam saat melakukan perjalanan, baik akan keluar dan masuk dari jalan tersebut, bukan hanya merasakan kerusakan jalan serta menghirup debu saat kemarau.

“Lebih jauh nanti kami akan mempertanyakan kepada Dishub Kabupaten Simalungun, apakah memang sudah dikeluarkan izin terkait penggunaan jalan yang melebihi kapasitas dan tentunya kami sebagai warga Tapian Dolok mendukung sepenuhnya program proyek jalan tol, namun harapan kami, warga juga harus diperhatikan”, pungkasnya.

Sampai dengan berita ini di rilis, pihak pemerintah khususnya Camat Tapian Dolok dan pihak jalan tol ( PT Hutama Karya ) belum dapat dikonfirmasi oleh awak media.

(Ekolin/Tim/*)