Tim Peneliti Pusat Studi Terorisme dan Radikalisme Lemdiklat Polri Kunjungi Polres Tanjung Balai

141

TANJUNG BALAI – [ISN] | Bertempat di Aula Pesat Gatra Polres Tanjung Balai pada hari Selasa tanggal 18 Februari 2020 pukul 14.00 Wib, Polres Tanjung Balai menerima Kunjungan Tim Peneliti Pusat Studi Terorisme dan Radikalisme Lemdiklat Polri.

Tim Peneliti Pusat Studi Terorisme dan Radikalisme Lemdiklat Polri terdiri dari Kombes Drs. Miyanto MSI (Ketua Tim), Prof.Dr.Tigor Sitorus (Peneliti), Dr.Supardi Hamid M,Si (Peneliti), Dr.Benyamin Lufpi M,Hum(Peneliti) dan Dr.Rahmadsyah Lubis S.Pd (Peneliti).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu Yudha Prawira S.I.K ,MH, Waka Polres Tanjung Balai Kompol Edi Bona Sinaga, SH, Kabag Sumda Kompol MJ.Siregar SH, Kasat Binmas AKP S.Siregar, Kasat Intelkam AKP JF.Simanjuntak, Para Kapolsek sejajaran, Para Bhabin Kamtibmas, Para Pers Intelkam, Ustad Khairul Abdi (Toga), Ustad Indra Syah (Toga), H.M Kosasih (Tomas) dan Syafii Atan (Korban Terorisme).

Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu Yudha Prawira S.I.K ,MH, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim dan mengucapkan terima kasih kepada para undangan yang sudah hadir dalam pelaksanaan penelitian pencegahan radikalisme dan terorisme, Semoga apa yang dikaji dapat bermanfaat, khusus nya Dalam mengambil langkah mengantisipasi paham radikalisme dan ancaman Terorisme.

Upaya pencegahan sejak dini harus dilakukan Pemerintah, dinas terkait maupun komponen masyarakat lainnya guna mengantisipasi/mencegah munculnya paham Radikalisme dan paham terorisme untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondisif demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sambutan dari Ketua Tim Peneliti Kombes Pol Miyanto mengatakan, penelitian pencegahan radikalisme dan terorisme dapat dilakukan melalui penguatan dari kearifan lokal.

Penelitian ini dilakukan di seluruh Indonesia, mengambil sampel di beberapa Polda dan Polres yang ada di Indonesia, Kami mohon kepada para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat untuk memberikan informasi, masukan dan gambaran situasi daerahnya, sehingga kami bisa mendapat bahan kajian yang benar untuk dilaporkan kepada pimpinan di Mabes Polri,” kata Miyanto.

Dalam giat tersebut dilanjtukan dengan Pendalaman materi yang meliputi Quisioner, Wawancara dan Observasi Dokumen.

Giat berakhir pd pukul 15.00 Wib dalam keadaan aman dan kondusif.

 

(Red/*)