Terkait Berita Miring, Plt Kades Baho Angkat Bicara

778

NIAS UTARA, ISN |Terkait pemberitaan dibeberapa media online yang menyebutkan bahwa “lagi-lagi, Plt Kades Baho, Maskanat Harefa alias Ama Rintis diduga menghalangi wartawan saat melakukan konfirmasi”, itu tidak benar, kata Maskanat Harefa melalui WhatsApp. Jumat (01/10).

Ia sampaikan bahwa dalam pemberitaan tersebut saya merasa dirugikan karena dikatakan saya menghalang-halangi Awak Media saat konfirmasi. Yang jelasnya adalah memang ada seorang oknum yang mengaku wartawan media online yang ingin konfirmasi ke saya terkait video percecokan Juliana Gea dengan Delifati Harefa.

Saya jawab dan saya menanyakan identitasnya, selanjutnya oknum wartawan tersebut mengirimkan indetitas Foto KTP dan KTA nya. Setelah saya baca saya temukan bahwa namanya di KTP (JERNIH SETIA ZEGA) berbeda dengan di KTA nya (JERNIH S ZEGA). Makanya saya sampaikan ke dia “saya kurang Percaya dengan anda”,katanya menjelaskan.

Selanjutnya pada hari sebelumnya dengan nomor HP yang sama dan mengaku sebagai wartawan pernah chating dengan saya untuk konfirmasi, dan saya jawab bahwa “saya tidak bisa menjelaskan melalui WhatsApp atau Via telepon seluler. Silahkan temui saya kalau ada waktu supaya Bapak tidak sepotong-sepotong mendapat informasi. Kasitau saya kapan waktu Bapak datang”.

Lebih lanjut terkait Pemberitaan di media online yang menyebutkan bahwa Delianus Harefa Polisikan Plt Kades Baho di Polres Nias”.

Dalam redaksinya Delianus Harefa mengatakan bahwa “Plt Kades Baho terkesan arogan dan diduga menganggap rendah setiap awak media yang melakukan konfirmasi.

Saya jelaskan bahwa pernyataan Delianus Harefa itu saya katakan 100 % tidak benar, pernyataannya itu merupakan fitnah dan akan saya laporkan.

Banyak Wartawan yang konfirmasi kepada saya dan selalu saya layani dengan baik jika orang dan identitasnya dan keabsahannya sebagai jurnalis atau wartawan legal. Saya mengakui bahwa saya pernah dihubungi melalui via hp dengan Delianus Harefa pada tanggal 17 September 2021, bebernya.

Lanjutnya, saat itu saya sedang berada di Jakarta, Awalnya Delianus Harefa kirim pesan ke saya lewat WA dan menanyakan “izin Pak Kades terkait persoalan Ina Seni dengan Delifati Harefa masalah tanah, izin Pak Kades siapa pemilik sebenarnya?”. Saya jawab : tanah dimana itu? Delianus menjawab : di depan rumah ina seni di Baho Pak Kades.

Selanjutnya saya jawab : tolong ditunjukkan alamat asli tanahnya Pak, ukurannya berapa yang sedang dipermaslahkan itu, juga siapa yang berbatas?”. Tiba-tiba, Delianus Harefa mengatakan kepada saya “kenapa Bapak pura-pura tidak tau terkait persoalan ini.?
Sejak itulah saya langsung telefon Beliau dan dia mengaku sebagai Pimred disalah satu media online.

Kemudian di tutup teleponnya. Kemudian dia teror saya lewat pesan WhatsApp untuk konfirmasi.

Tetapi saya sebagai Plt Kades Baho langsung menelepon dia tapi sangat disayangkan dia gak angkat telponnya. berapa kali saya telpon Beliau tapi gak diangkatnya. Selanjutnya tiba-tiba muncul berita di berita media online yang mengatakan bahwa “Plt Kades Baho Hakimi Wartawan Saat Konfirmasi”, paparnya.

Dijelaskan Plt Kades, oleh karena itu saya kirim pesan melalui via WhatsApp kepada Delianus Harefa karena dia tidak mengangkat telepon ku “Temui saya kalau anda Profesional. Disitu kau tanya apa yang kau tanya. Tetapi Delianus selalu ganggu saya lewat WhatsApp dan terkesan menakut-nakuti saya.

Saya berharap kepada Delianus Harefa jika melakukan konfirmasi kepada siapa pun agar bisa menghargai narasumber dan tidak menyimpulkan sendiri pernyataan narasumber.

Saya menghimbau agar beliau terus belajar baik membaca buku maupun berdiskusi dengan teman-teman Jurnalis sebagaimana istilah mengatakan “education is long life“.

Dan juga kalau narasumber meminta untuk konfirmasi secara tatap muka agar segera datang. Apalagi kalau sudah berapa kali diminta oleh narasumber karena tidak semua narasumber mau diajak konfirmasi hanya lewat telepon, SMS atau WA saja,”tutup Plt Kades ke awak media.

(AT)