Plt Kadishut Pemprovsu Diminta Bersikap Tegas Terkait Aksi Pencurian TBS di PT. SAB Desa Wonosari, Labuhanbatu

405

Labuhanbatu, (ISN) – Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), Ir. Herawati N, M.M.A, diminta bersikap tegas perihal aksi pencurian TBS (Tandan buah segar Kelapa Sawit) di area Kawasan Perkebunan PT. SAB/KSU AMELIA, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Senin, Tanggal, (17/02).

Pasalnya, sejumlah Warga kembali melakukan aksi pencurian di area itu. Khalayak ramai pun menaruh resah terkait ancaman konflik horizontal,

Tidak ada kepastian hukum disinyalir menjadi biang penyebab para Warga masuk melakukan aksi serupa. Pihak Dishut Pemprovsu terkesan diam alias masa bodo.

Sebelumnya, Perkebunan itu telah menewaskan dua nyawa dibunuh. Saling Klaim kepemilikan salah satu faktor pertikaian antar sesama kelompok yang hingga saat ini tak kunjung mendapatkan titik terang.

Pantauan Awak Media dilapangan, sejumlah Plang bertuliskan Pemberitahuan kawasan perkebunan PT. SAB telah disita oleh Penyidik berdasarkan ketetapan Pengadilan Negeri Rantauprapat. Hal itu juga dianggap menjadi salah satu biang masalah. Warga pemanen TBS tidak takut berurusan dengan Petugas POLHUT lantaran kerap bolos melakukan pengawasan dilapangan.

Menurut Warga setempat, Petugas POLHUT Pemprovsu jarang turun kelapangan, Unit KPH V Aek Kanopan yang dikepalai Amsar Syahril dituding mandul tak mampu berbuat banyak.

“Mandul bang. Tidak ada pengawasan dan penjagaan POLHUT KPH V Aek Kanopan. Kini Warga berduyun-duyun melakukan aksi pencurian TBS di Kawasan itu,

“Takutnya Warga pemanen TBS dikawasan itu saling klaim kepemilikan hingga berujung bentrok bacok bacokan,

“Dishut Pemprovsu hendaknya tegas melarang Warga Masyarakat memanen TBS dikawasan itu. Atau, kalau memang diperbolehkan dipanen tentukan blok blok pembagiannya supaya tidak liar.

“Saya khawatir jika tidak ditertibkan dalam waktu dekat besar kemungkinan akan terjadi bentrok antar sesama pendodos TBS. Papar Warga setempat yang tidak berkenan disebutkan namanya.

Menanggapi hal tersebut, Lamiris Tinambunan, Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat Unit KPH V Aek Kanopan, dilansir Via Seluler menegaskan, Aksi para Warga yang memanen TBS di kawasan perkebunan sengketa PT. SAB Desa Wonosari murni tindakan pencurian.

“Warga yang memanen TBS dikawasan itu murni pencurian bang. Mereka tidak mempunyai hak mengambil buah nya, Itu pencurian, siapapun boleh melarang, termasuk Pemerintah setempat,

“Persoalan ini sudah kita sampaikan Ke Dinas. Namun, masih menunggu hasil. Semoga dalam waktu dekat akan dapat titik terang nya,

“Tentang pengawasan di lapangan ada beberapa kendala bang. Yang pertama, Personil POLHUT Unit KPH V Aek Kanopan terbatas. Kemudian, anggaran pengawasan tidak ada, ANGGARAN PENGAWASAN TIDAK ADA, konon pula uang pribadi, kan gak mungkin bang. Imbuh Lamiris bernada pesimis.

Kendati demikian, Lamiris Tinambunan berucap akan terus menggiring persoalan PT. SAB Desa Wonosari masuk dalam pembahasan Dinas, hingga kawasan itu nantinya berstatus hukum pasti.

Teka teki kawasan perkebunan Kelapa Sawit PT. SAB/KSU AMELIA Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu menuai kritik Warga, kebijakan Dinas Pemprovsu dinilai tidak profesional, sarana yang telah disita ditelantarkan begitu saja, melahirkan para penjahat di tempat itu, aksi pencurian TBS marak menggila, berharap Kadishut Pemprovsu, Ir. Herawati N. M.M.A serius menangani persoalan tersebut. Demikian dikabarkan.
Penulis. Budi Saragih.