Miris,! Gedung dan Ruang Kelas SD Negeri di Sei Rampah Alami Kerusakan

284

SERGAI, ISN| Miris, melihat kondisi gedung dan ruang kelas Sekolah Dasar (SD) Negeri Nomor 105413 Desa Pergulaan Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai mengalami kerusakan cukup parah.

Apalagi, ditengah antusias siswa-siswi mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk kali pertamanya selama Pandemi Covid-19, tentunya ini menjadi perhatian khusus Pemerintah Daerah.

Amatan awak media dilokasi, kondisi sekolah ini sangat memperihatinkan keadaannya rusak parah dan nyaris ambruk, tulang tulang kayu bangunan sudah lapuk keropos dimakan usia dengan dinding penutup dari asbes.

Sementara langit-langit bangunan dari bilik kayu yang sudah rapuh dan bolong bolong. Keadaan ini sudah cukup lama namun tidak pernah ada bantuan dari Pemkab Serdang Bedagai.

Kepala Sekolah SD Negeri Nomor 105413, Ringki Nadeak, S.Pd saat ditemui wartawan Jumat (16/9/2021) menjelaskan kondisi sekolahnya yang rusak sudah sejak lama sebelum dirinya menjabat Kepala Sekolah pada bulan Agustus 2018 lalu.

“Jumlah Siswa-siswi keseluruhan dari kelas 1 sampai kelas VI berjumlah 130 orang. Kerusakan ruang kelas cukup parah terjadi di Kelas IV, dan V dengan kondisi kayu atap seng mulai lapuk dan keropos termakan usia sehingga dikhawatirkan ambruk sewaktu waktu”katanya

“Untuk yang paling parah ini kelas IV dan V pak, kondisi kayu pengikat asbes sudah mulai lapuk dan keropos selain itu juga asbes juga banyak yang pecah kita khawatir sewaktu waktu ambruk,”imbuhnya.

Kepsek juga mengaku sudah berupaya untuk memperbaiki ruang kelas yang rusak dengan mengganti pintu kelas asbes dan seng dengan menggunakan Anggaran Biaya Operasional Sekolah ( BOS) tetapi itu hanya bisa ditampung 30 persen sehingga perbaikan bangunan kurang maksimal.

Selama ini, sudah berupaya secara maksimal berkordinasi dengan Korwil Dinas Pendidikan Sei Rampah akan tetapi bantuan yang diharapkan dari Dinas Pendidikan Sergai juga tidak kunjung tiba.

“Kita sudah berupaya mulai buat proposal sampai dulu pak kadis sebelumnya berhenti dimuka sekolah ini melihat kondisi atap seng yang rusak dan menelpon Korwil untuk meminta saya memperbaiki atap seng dan menjanjikan akan dapat rehab tetapi tetap saja bantuan tak kunjung datang,”paparnya.

“Saya pun tidak tahu apa penyebabnya, tetapi herannya sekolah lain yang masih bagus itu pula yang dapat bantuan rehab gak ngerti aku lagi pak,”pungkas Kepsek dengan nada sedih.

[Yus/rel/ISN]