Koorwil LP-KPK Kepulauan Nias Kecam Ucapan Firman Hutauruk

78

GUNUNGSITOLI, ISN | Koordinator Wilayah (Koorwil) Kepulauan Nias Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah   Dan Keadilan (LP-KPK), Faoziduhu Ziliwu,SH  mengecam ucapan yang disampaikan oleh  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) 3.5, Firman Hutauruk yang mengatakan “saya dah muak, sudah Bosan dan siap di Copot dari Kepulauan Nias,” ucapnya dengan nada emosi sambil menggaruk kepala yang dinilai merupakan penghinaan kepada orang Nias.

Apalagi saat itu Firman Hutauruk menyampaikan hal tersebut di depan para aksi dari gabungan beberapa LSM, Ormas, Pers, penggiat anti korupsi dan tokoh-tokoh  pemerhati pembangunan Kepulauan Nias.

“Saya selaku Koorwil LSM LP-KPK dan sebagai orang Nias sangat keberatan dan sesali pernyataan PPK 3.5/B2PJN, Firman Hutauruk yang mengatakan saya dah muak sama halnya melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah merasa Jijik sampai hendak muntah, bosan dan sudah Jemu, yang merupakan menghina orang Nias,”tegasnya pada Temu Pers pada Selasa (12/10/2021) kepada para awak media.

“Kalau Firman Hutauruk mengatakan saya dah muak akibat kritikan sangatlah tak profesional, janganlah ada keengganan untuk dikritik, bila pekerjaan pembangunan tersebut rusak, ya ditampung aspirasi para rekan-rekan Aliansi Masyarakat Sipil Pemerhati   Pembangunan Kepulauan Nias (AMSP2-KN)  sehingga tidak serta merta mengeluarkan ucapan sudah da muak di Nias yang sama artinya Jenuh, Jijik dan Bosan di Nias yang akibatnya melukai perasaan masyarakat Kepulauan Nias.

Lanjut Faoziduhu Ziliwu, dimohon kepada pemerintah daerah yang empat kabupaten/ kota Gunungsitoli, tokoh agama, praktisi hukum, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat se-Kepulauan Nias, dan terlebih-lebih saudara kami yang ada didaerah pantauan mari kita bersama- sama  mempertanyakan hal ini dan kepada saudara kita Firman Hutahuruk agar mempertanggungjawabkan perkataannya.

“Saya mendukung pernyataan Bapak Cristian Zebua yang mengatakan agar Firman Hutauruk segera dicopot bila perlu diberhentikan,”tutupnya.

[AT]