Ketersediaan Vaksin COVID-19, Pemerintah Targetkan Untuk 80 Persen Penduduk

93

JAKARTA – Pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan vaksin virus Corona (COVID-19) untuk warga Indonesia. Pemerintah pun menargetkan vaksinasi terhadap 80 persen populasi Indonesia.

“Indonesia memastikan ketersediaan vaksin untuk mencapai lebih dari 80 persen dari populasi,” kata Juru Bicara Pemerintah terkait Perkembangan Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube BNPB, Rabu (7/10/2020) seperti dilansir detikNews.

Wiku mengatakan target itu melebihi vaksinasi reguler selama ini. Hal itu dilakukan agar warga Indonesia bisa mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) yang ideal.

“Lebih tinggi dari reguler vaksinasi demi mencapai herd immunity di Indonesia,” ujarnya.

Karena itu, kata Wiku, pemerintah terus aktif bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan pengembang vaksin COVID-19. Hal itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia.

“Prioritas pemerintah Indonesia untuk memastikan ketersediaan vaksin untuk warga Indonesia untuk mencapai herd immunity. Herd immunity merupakan imunitas yang didapatkan warga karena vaksin. Untuk memenuhi besarnya kebutuhan, pemerintah tengah aktif mencari sumber vaksin COVID-19,” tutur Wiku.

“Namun, Indonesia tetap selektif dalam memilih vaksin, termasuk Sinofarm, dan perusahaan lainnya untuk memastikan saat masuk ke Indonesia itu sudah dibuktikan keamanannya dan itu ditunjukkan dengan data dan hasil riset, mengingat itu akan disuntikkan ke warga yang sehat. Selain itu, di kerja sama multilateral, pemerintah Indonesia terus mendorong pengembangan domestik seperti pengembangan vaksin merah putih yang dipimpin Eijkman dan Kemenristek,” sambung dia.

Wiku pun menginformasikan perkembangan tahap 3 uji klinis vaksin Sinovac yang dilakukan Bio Farma berkolaborasi dengan Universitas Padjadjaran. Dia mengatakan, saat ini, belum ada laporan adanya efek samping.

“Saat ini BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) tengah memonitor tahap 3 uji klinis vaksin Sinovac oleh Bio Farma yang berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Uji klinis pada fase ini melibatkan 1.620 relawan di Bandung, dan per 22 September 1.089 telah disuntik suntikan pertama, sementara lebih dari 450 subjek telah mendapat suntikan kedua. Sementara ini, belum ada laporan efek samping dalam uji klinis,” paparnya.

Foto: ilustrasi vaksin Covid-19.

Sumber: detik.com