Dua Unit Kapal Muat Semen Sedang Labu Jangkar Mencemari Perairan Laut di Punggur

BATAM. [ISN].—. Tampak dua unit kapal tua bekas muatan semen berlogo; BATAMAS INDO RAYA- BAGAN SIAPIAPI, dan kapal DBS-01 TGPINANG, diduga” tanpa memiliki ijin pelayaran kapal saat Berlabuh Jangkar diperairan laut, Pulau Kasem depan Telaga Punggur persis didepan Shipyard  PT – Labroy kota  batam,(26/1).

“Saat  pantauan awak media dilokasi bahwa diperairan laut dilokasi pulau kasem tersebut, terlihat ada dua unit kapal tua hampir sudah dua bulan sedang berlabuh jangkar diperairan laut  pulau kasem.

Kemudia saat  awak media tiba di lokasi labuh jangkar kapal disana, terlihat ada serpihkan-serpihkan berupa karat-karat kapal dan bekas warna semen mencemari air  laut disekitar areal kapal tersebut.

“Para Abk kapal disana juga terlihat sedang melakukan pekerjaan berupa pengecetan (rivert kapal) diatas kapal tersebut.

Menurut  informasi yang di kutif dari para Warga Nelayan yang dipunggur, sehari-harinya pencari ikan dilaut sana, mengatakan,” bahwa diperairan disana kalau bentuk kapal yang berukuran besar itu, membuat kami para nelayan disana merasa terganggu saat mencari ikan dilokasi sekitar perairan laut pulau kasem tersebut,

Sambungnya Nelayan,” lagi, bahwa kapal tersebut jarang ada berada disana, apa lagi areal perairan laut di sana kan tidak layak untuk berlabuh jangkar kapal sebesar itu.

“Pasalnya juga bahwa, Warga Pulau Ngenang, Pulau Kubuh, Pulau Air Raja, selalu lalu lalang melintasi dari arah sana, kami merasa kawatir lah pak,” dengan keberadaan kapal  tersebut, ucapnya” Nelayan, kepada awak media ini, yg tak mau disebut namanya.

Menurut kerterangan dari salah satu Kapten Kapal ; Batamas Indo Raya, Aris,” menyebut bahwa ijin kapal ini sedang mati sehingga kami tidak bisa berlayar, yang pastinya coba bapak tanya,”? ke Agen kami sebutnya ; (Supryadi,”red*) dia orang PT – Semen Bosowa, ucapnya,” Aris, saat ditemui di areal labuh jangkar kapal, sabtu (23/1).

Ketika awak media ini, saat di konfirmasi kepada pihak AGENT Kapal oleh Supryadi,” tersebut, tidak dapat dimintai keterangan oleh awak media ini, malah seolah tidak diindahkan saat di hubungi melalui Telp WhatsAapnya.

Hingga berita ini diterbitkan oleh media indahsuaranews.co, saat ini belum mendapatkan keterangan yang benar dari pihak instansi Dinas Pelabuhan dan Laut BP Batam, dan Pihak Syahbandar pelabuhan/laut (KSOP) Kota Batam, terkait keberadaan dua unit kapal tua, bekas pengangkut bahan semen tersebut.

(red)